Wednesday, July 19, 2006

Acoustic


Sound Blaster X-Fi Platinum
> Features :
Processing 10,000+MIPS
51 million transistors
109 SNR Playback
136db SNR processing quality
3D MIDI
ASIO Low Latency recording
EAX, THX, Super rip
CMSS3D Virtual surround

========= Pas Banget di kolaborasiin sama : ============

Altec Lansing MX 5021

Altec Lansing MX 5021

Satellite :Two 20 Watts/channel @ 6 ohms
Satellite Driver :
One 1" hornloaded tweeter
Subwoofer :
50 Watts @ 4 ohms
Subwoofer Driver :
One 6.5" long-throw woofer
Frequency response :
30 Hz - 22 kHz (-10 dB)
Input Connections :
Analog

Friday, April 07, 2006

Brain's Hemisphere

Sangat menarik tulisan dari Dr. Sidiarto Kusumoputro yang melaporkan bahwa penerima hadiah nobel 1981 Roger Sperry dkk, telah berhasil menjelaskan konsep organisasi otak secara neurologis. katanya, manusia mempunyai 2 hemisfer ( belahan ) otak kanan dan kiri. Masing-masing hemisfer memounyai wawasan kesadaran diri ( domain of inner cocious awareness") yang berbeda. Hemisfer kiri mempunyai pola yang mewakili daya pikir analitis, logis , dan linier. Sedang yang kanan ( trad) berpola silent and ancient hemisphere. Padahal Hemisfer kanan, menurut penelitian mempunyai pola yang mewakili pikiran intuitif, holistik, dan juga kreatif . juga kemampuan bahasa, spasial, dan artistik dan imajinasi.

Sebagai ilustrasi kita bisa bicara tentang aspek pendidikan. Masalah yang sangat menonjol adalah antara pendidikan dan penekanan yang berlebihan pada kemampuan analisis daripada kemampuan sintesis. Padahal dalam bidang teknologi yang ditonjolkan adalah kemampuan analitis, dan di bidang seni ( arsitektur, desain ) yang dibutuhkan adalah kemampuan sintesis. Yaitu kemampuan menciptakan sesuatu secara kreatif dan estetis dengan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai unsur yang diperlukan.

Menurut para ahli kemampuan analitis ( hemisfer otak kiri ) dan kemampuan sintesis ( hemisfer otaka kanan) dapat dikembangkan dengan stimulasi dan latihan juga lho....

Sunday, April 02, 2006

tSuNami (1)

Tsunami adalah gelombang pelabuhan, yaitu gelombang panjang yang bisa dibangkitkan oleh gempa, erupsi gunung api, longsoran yang terjadi di bawah laut, dan juga akibat terjangan benda2 angkasa ke permukaan laut atau longsoran salju. Di Indonesia tidak kurang dari 110 kejadian gelombang tsunami ini selama 400 tahun terakhir. Dan yang paling dahsyat yang terjadi di Aceh 26 Des 2004 korban sekitar 300.000 orang kemudian Tsunami Krakatau pada 27 Agustus 1883 dengan menelan korban sebanyak 36.000 serta beberapa tsunami besar lainnya. Didunia, Jepang menduduki peringkat teratas negara yang paling sering diguncang Tsunami, secara etimologis tsunami berasal dari bahasa jepang, Tsu= Harbor ( pelabuhan) dan Nami = Waves ( gelombang ).

Di indonesia daerah yang rawan gempa adalah padang. Kalo dilihat disepanjang tepi bawah pulau sumatera terdapat gorong2 dan juga patahan, daerah ini adalah daerah yang rawan gempa.
Bagi orang Indonesia khususnya yang bertempat tinggal di pinggir pantai, wajib hukumnya untuk mencari tahu tanda-tanda kajadian tsunami. Sebelum tsunami datang diawali dgn gempa sehingga dirasakan adanya getaran terutama jika kita berada dekat pusat gempa, kemudian air surut secara tiba-tiba, selanjutnya air naik diiringi dgn suara gemuruh air, bau garam yang menyengat, terlihatnya garis putih (muka tsunami) di laut lepas, banyak hewan yang berlari2an & keluar dari sarangnya hal ini disebabkan karena sebagian besar hewan mempunyai detektor ELF (Electromagnetic Low Frequency) yang baik. Karena pergerakan lempeng bumi itu menimbulkan gelombang-gelombang berfrekuensi rendah pada awalnya. Saya pernah dengar cerita dari seorang teman -Wahyu STTT-yang pernah ke Aceh dalam rangka evakuasi korban bahwa disana masih sering terjadi gempa2 yang berskala rendah tapi cukup membuat tanah retak -WOW-

Bila anda merasakan dan melihat tanda-tanda ini, maka jangan berpikir panjang... cepat lari ke bukit atau panjat pohon ( kalau naik ke-high rise building cari yang cari yang sudah menggunakan teknologi bangunan anti gempa-10 sr ), sayangnya Indonesia belum ada, dan kita masih harus banyak belajar dari negeri sakura.

to be continued...

Wednesday, March 22, 2006

Wednesday, March 15, 2006

Fenomena warna langit...

Mengapa matahari terbenam langit berwarna merah?......
Mengapa pada siang hari langit berwarna ke-biruan? ......
Matahari terbenam langit berwarna berwarna merah, langit berwarna biru, dan cahaya langit terpolarisasi (paling tidak sebagian). Fenomena ini dapat dijelaskan atas dasar penghamburan cahaya oleh molekul atmosfer. Sinar matahri yang tidak terpolarisasi dihamburkan oleh molekul-molekul udara. Seorang pengamat dengan sudut siku-siku melihat cahay yang terpolarisasi bidang, karena komponen getaran sepanjang garis penglihatan tidak memancarkan cahaya sepanjang garis.Dari situ kita melihat cahaya tidak terpolarisasi dari matahari menimpa molekul atmosfer bumi. Medan listrik dari gelombang EM menggerakkan muatan listrikdidalam molekul, dan molekul menyerap sebagian radiasi yang dating. Tetapi molekul ini segera memancarkan kembali cahaya ini karena muatan berosilasi. Muatan listrik yang berosilasi ini menghasilkan gelombang EM. Medan listrik gelombang ini ada pada bidang yang termasuk jalur osilasi. Intensitas akan paling kuat sepanjang jalur yang tegak lurus terhadap osilasi, dan turun menjadi nol sepanjang jalur osilasi.

Proses penghamburan menjelaskan plarisasi cahaya langit.Pada sudut Brewster, sudut antara berkas pantul dan bias adalah 90°.Jika kita menganggap molekul medium berosilasi tegaklurus terhadap arah berkas bias, pada 90 terhadap arah ini(arah berkas pantul) hanya akan ada satu komponen polarisasi.

Penghamburan cahaya oleh atmosfer bumi bergantung kepada panjang gelombang. Untuk partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya(seperti molekul udara), partikel-pertikel tersebut tidak merupakan rintangan yang besar bagi panjang gelombang yang panjang dibandingkan bagi yang pendek. Penghamburan berkurang , cahaya merah dan jingga dihamburkan lebih sedikit dari biru dan ungu, yang merupakan penyebab langit berwarna biru.
Pada saat matahari terbenam, dipihak lain, berkas cahaya matahari melewati panjang atmosfir maksimum. Banyak dari warna biru yang telah dikeluarkan dengan penghamburan. Cahaya yang mencapai permukaan bumi berarti kekurangan biru, yang merupakan alas an matahri terbenam berwarna kemerahan.

Awan berisi tetesan-tetesan atau kristal-kristal air yang jauh lebih besar dari panjang gelombang; awan menghamburkan semua frekuensi cahaya hampir secara seragam. Dengan demikian awan tampak putih atau abu-abu jika dibayangi.

Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang disebut atmosfir. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas partikel-partikel kecil. Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfir itu. Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan.
Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga.
Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah. Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Yang banyak tersisa adalah cahaya frekuensi rendah, yaitu merah. Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfir, cahaya matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di siang hari.

Thursday, March 09, 2006

[ GeoPhysic ]

Fenomena : Gravitasi di Ekuator Paling Kecil.

Gaya gravitasi di permukaan bumi pada daerah ekuator memang relatif lebih kecil dibandingkan dengan keduakutub bumi, alasannya:

1. Kamu semua pasti sudah tahu sejak SMP/SMU kalau gaya gravitasi itu berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak antar benda. Tetapi mengapa berbeda? Ini disebabkan bumi tidak berbentuk bulat sempurna tetapi berbentuk agak lonjong dimana bagian ekuatornya lebihjauh dari pusat bumi (lebih gendut). Hasilnya, medan gravitasi di bagian ekuator (surface) lebih lemah.


2. Gerakan rotasi bumi terhadap sumbunya (kutubUtara-Selatan) menyebabkan timbulnya gaya sentrifugal pada bagian ekuator bumi sedangkan pada kedua kutubnyatidak ada. Hal ini membuat benda-benda yang ada didaerah ekuator merasa seakan-akan terlempar keluardari bumi. Tapi, besar gaya ini jauh lebih kecil darigaya yang ditimbulkan gravitasi, sekitar 0.3 % gayagravitasi bumi rata-rata. (Gaya ini tidak mempengaruhigaya gravitasi bumi terhadap benda tersebut, tetapihanya mempengaruhi gaya yang bekerja terhadap benda)

Nah..koq bumi tidak berbentuk bulat sempurna tapi agak lonjong?

Gerakan rotasi bumi yang telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama ini menyebabkan demikian. Hal ini menyebabkan timbulnya perbedaan potensial antara daerah ekuator dengan daerah kutub. Potensial ini bukanlah potensial listrik, melainkan potensial yang diakibatkan oleh adanya kontribusi dua gaya pada benda2 tsb (misal: tanah) yakni gaya sentrifugal dan gravitasi. Sehingga bumi seakan-akan mengatur bentuknya sendiri agar potensial yang ada di seluruh permukaan bumi sama.

Analogikan dengan dua benda yang mengandung muatan listrik yang berbeda besarnya,.. jika kita hubungkan kedua benda tersebut dengan konduktor, maka akantimbul arus listrik (perpindahan muatan listrik)sampai kedua benda itu memiliki potensial listrik yangsama.